Kiat Membangun "Personal Branding" Menggunakan Platform LinkedIn

Sehingga jika kita ingin dilihat dan dikenal sebagai siapa sebenarnya hal itu amat bergantung dengan cara kita melabeli diri kita sendiri dimata orang lain.

Setiap orang tentunya memiliki keunikannya masing-masing yang membedakan dirinya dengan orang lain. Keunikan itu bukan semata yang terkait DNA, melainkan juga menyangkut keterampilan yang kita miliki, hal-hal yang pernah kita raih, bidang minat yang tengah dijalani, dan sejenisnya.

Mempertunjukkan diri kita dengan apa adanya sayogyanya mampu membuat orang lain tahu apa saja gerangan yang kita miliki, yang bisa kita lakukan, dan hal-hal macam apa yang sanggup kita hasilkan. Oleh karena itu perlu adanya totalitas untuk mengenalkan diri kita dengan sebagaimana mestinya dengan harapan bahwa apa yang kita miliki akan benar-benar dipertimbangkan sebagai sesuatu yang penting bagi orang lain.

Setiap latar belakang profesi pada umumnya menuntut adanya "personal branding" yang cukup agar supaya kemahiran seseorang didalam profesi tersebut dikenal dan diapresiasi oleh orang banyak. Dalam beberapa kesempatan mungkin seseorang tidak perlu repot-repot membentuk citra dirinya seiring keberadaan orang lain yang berkenan untuk melakukan hal itu bagi dirinya.

Gus Baha, seorang fenomena baru dalam dunia dakwah tidak pernah mencoba untuk memperkenalkan dirinya kepada khalayak. Tapi justru kini beliau begitu dikenal luas seiring adanya "sukarelawan" yang dengan keinginan mereka sendiri menyebarkan syiar yang Gus Baha lakukan. Dan lambat laun Gus Baha pun semakin populer dikalangan masyarakat luas.

Namun, kebanyakan dari kita bukanlah sosok seperti Gus Baha yang memang memiliki nilai keistimewaan tersendiri. Sebagian dari kita juga memiliki profesi atau bidang yang berbeda dengan yang Gus Baha tekuni. Tidak sedikit dari kita yang menjadi tenaga profesional, menjadi konten kreator, menjadi ahli pemerintahan, menjadi penulis profesional, menjadi karyawan perusahaan, dan lain sebagainya.

Sehubungan dengan hal itu acapkali kita butuh mengenalkan diri kepada pihak-pihak tertentu agar tahu kemampuan diri kita dan agar kita mendapatkan peluang baru untuk memperoleh pencapaian karier yang lebih baik dari sebelumnya. Ada cukup banyak cara untuk membangun citra diri, salah satu diantaranya dengan memanfaatkan platform media sosial LinkedId.

Optimalisasi LinkedIn

Kita dikenal melalui apa yang bisa kita lakukan, apa yang kita bicarakan, dan dengan siapa saja kita bergaul. Sama halnya dengan menggunakan platform LinkedIn, citra diri kita akan terbentuk melalui hal-hal apa saja yang kita sampaikan kepada publik melalui akun LinkedInd kita. Sehingga penting kiranya untuk mengelola akun LinkedIn dan mengemasnya sedemikian rupa sehingga tampak seperti apa yang kita mau.

Sebagai bagian dari upaya untuk membangun personal branding setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan agar citra diri yang kita inginkan benar-benar terbangun sesuai harapan.

Membuat Unggahan Sesuai Brand Image

Jikalau kita berkeinginan untuk mengenalkan diri sebagai seorang pakar di bidang tertentu, maka alangkah baiknya apabila unggahan yang dibuat memiliki korelasi kuat dengan hal itu. Semisal menguggah artikel yang berkaitan dengan desain apabila kita ingin membentuk branding diri kita sebagai yang demikian. Sebisa mungkin hindari mengunggah sesuatu yang tidak merepresentasikan sosok diri kita seperti yang seharusnya.


Menjalin Koneksi dengan Orang-orang yang Satu "Label"

Menjalin koneksi dengan sebanyak mungkin orang memang ada baiknya. Hanya saja membangun hubungan dengan mereka yang sejenis citra dirinya dengan kita akan memberikan kita referensi lebih banyak perihal apa yang sebaiknya kita lakukan. Terlebih apabila mereka yang sudah terkoneksi itu sudah terbukti berhasil mencapai titik yang lebih tinggi daripada kita saat ini.


Tampilkan Karya

Kita dikenal dengan karya kita. Karya menjadi representasi jujur mengenai siapa diri kita sebenarnya. Oleh karena itu sebisa mungkin kita harus menunjukkan karya-karya apa saja yang telah berhasil kita buat. Dalam konteks LinkedIn barangkali hal ini terkait dengan profil serta milestone pencapaian yang sudah kita lakukan atau beberapa hal lain yang terkait dengan hal itu.

Membangun personal branding memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Cara mana saja yang dipilih sebenarnya sah-sah saja asalkan tujuan akhirnya adalah membantu kita menciptakan citra diri yang positif dimata orang lain. Namun, lebih dari itu semua sebenarnya adalah urgensi dari diri kita untuk bersikap jujur dengan apa yang kita miliki. Mem-branding diri kita sebagaimana adanya. Jangan mengesankan branding yang bagus sementara pada kenyataannya diri kita jauh dengan kondisi itu. Pantaskan diri dengan keterampilan dan kecakapan yang kita mau. Lantas apabila kita benar-benar sudah memiliki kemampuan seperti yang diharapkan, maka diri kita memang sudah layak untuk dianggap sebagaimana branding yang kita sematkan tersebut.  Secara otomatis kita pun akan dikenal oleh khalayak sebagai sosok yang memiliki keunikan yang khas.

Salam hangat,

Agil S Habib

source gambar : Platform LinkedIn merupakan sarana yang sangat membantu dalam membangun citra diri seseorang | Sumber gambar :

ilovelife.co.id

source artikel : https://www.kompasiana.com/agilshabib/60c9a51b712306414006ab52/kiat-membangun-personal-branding-menggunakan-platform-linkedin?page=2&page_images=1

oleh : Ash

Artikel atau Blog SebelumnyaMenjadi Akuntan Profesional
Artikel atau Blog Selanjutnya5 Pekerjaan Freelance Paling Menjanjikan yang Wajib Dicoba